Dasar Marketplace Untuk UMKM
Dasar Marketplace Untuk UMKM penting dipahami oleh pemilik usaha yang ingin memperluas penjualan melalui platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan marketplace lainnya. Platform tersebut dapat membantu bisnis menjangkau calon pembeli yang sudah terbiasa mencari, membandingkan, dan membeli produk secara online.
Marketplace pada dasarnya mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu platform yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung transaksi, seperti:
- Katalog dan pencarian produk.
- Sistem pembayaran.
- Pengaturan pengiriman.
- Chat dengan pelanggan.
- Rating dan ulasan.
- Program promosi.
- Laporan penjualan.
- Fitur pengelolaan toko.
Namun, membuka toko di marketplace tidak otomatis menghasilkan penjualan. UMKM tetap perlu mengelola toko secara aktif dan memahami berbagai faktor yang memengaruhi performa produk.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan meliputi:
- Pemilihan produk yang tepat.
- Penentuan harga dan perhitungan biaya platform.
- Foto, judul, dan deskripsi produk.
- Pengelolaan stok dan pengiriman.
- Pelayanan pelanggan.
- Rating dan review.
- Promosi marketplace.
- Analisis data penjualan.
Karena itu, marketplace sebaiknya dipandang sebagai salah satu kanal penjualan yang perlu dikelola secara terencana. Dengan memahami dasar operasional, optimasi produk, promosi, dan analisis performa, UMKM dapat memanfaatkan marketplace secara lebih efektif sekaligus menghubungkannya dengan website dan sistem bisnis yang dimiliki.
Apa Itu Marketplace?
Marketplace merupakan platform digital yang mempertemukan banyak penjual dengan pembeli dalam satu ekosistem transaksi.
Berbeda dengan website toko online milik sendiri, marketplace biasanya dikelola oleh pihak ketiga.
1. Marketplace Menyediakan Infrastruktur Penjualan
Penjual tidak perlu membangun seluruh sistem dari awal.
Marketplace umumnya sudah menyediakan fungsi seperti:
- akun seller;
- katalog;
- checkout;
- pembayaran;
- chat;
- pengiriman;
- review.
Hal ini membuat UMKM dapat memulai penjualan online lebih cepat. Namun, setiap marketplace memiliki fitur dan aturan berbeda. Karena itu, penjual tetap harus mempelajari pusat edukasi dan kebijakan resmi platform yang digunakan.
2. Banyak Penjual Berada dalam Satu Platform
Marketplace menggabungkan banyak merchant. Keuntungannya adalah sudah terdapat basis pengguna yang datang untuk mencari produk. Tetapi kondisi ini juga menciptakan kompetisi.
Produk Anda dapat tampil berdampingan dengan:
- kompetitor;
- produk alternatif;
- harga lebih murah;
- toko dengan review lebih banyak.
Karena itu, positioning produk tetap penting.
3. Marketplace Mengatur Aturan Platform
Penjual tidak mempunyai kontrol penuh.
Marketplace dapat mengatur:
- kebijakan produk;
- program promosi;
- mekanisme pembayaran;
- sistem pengiriman;
- aturan konten;
- fitur toko.
Kebijakan juga dapat berubah. Karena itu, informasi mengenai biaya, komisi, promosi, serta aturan operasional sebaiknya selalu diperiksa melalui Seller Center atau pusat kebijakan resmi masing-masing marketplace.
Mengapa Marketplace Menarik untuk UMKM?
Marketplace menjadi salah satu kanal penjualan online yang menarik bagi UMKM karena proses memulainya relatif mudah. Pelaku usaha tidak harus membangun seluruh sistem transaksi dari awal karena marketplace sudah menyediakan berbagai fitur untuk membantu penjual menawarkan produk kepada calon pembeli.
Bagi UMKM yang baru masuk ke penjualan digital, marketplace dapat menjadi langkah awal untuk menguji produk, memahami perilaku pelanggan, dan membangun volume transaksi.
1. Lebih Cepat Memulai Penjualan Online
Membuka toko di marketplace umumnya dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan membangun sistem toko online sendiri. Penjual cukup membuat akun, melengkapi profil toko, kemudian mengunggah produk yang ingin dijual.
Beberapa hal yang dapat langsung disiapkan antara lain:
- Nama dan profil toko.
- Foto produk.
- Judul dan deskripsi produk.
- Harga dan stok.
- Pilihan variasi produk.
- Metode pengiriman.
- Voucher atau program promosi.
- Informasi pelayanan pelanggan.
Kemudahan ini membuat UMKM dapat mulai berjualan tanpa harus memahami aspek teknis website secara mendalam.
2. Mendapatkan Akses ke Pengguna Marketplace
Salah satu keunggulan marketplace adalah sudah memiliki basis pengguna yang aktif mencari produk. Hal ini memberikan peluang bagi UMKM untuk mendapatkan calon pembeli tanpa harus membangun traffic sepenuhnya dari nol.
Peluang tersebut dapat ditingkatkan melalui:
- Optimasi judul produk.
- Penggunaan foto yang menarik.
- Deskripsi produk yang jelas.
- Harga yang kompetitif.
- Rating dan ulasan pelanggan.
- Program promo marketplace.
- Iklan produk.
- Pelayanan yang cepat dan responsif.
Namun, keberadaan banyak pengguna juga berarti persaingan antarpenjual cukup tinggi. Karena itu, UMKM tetap perlu memiliki strategi agar produknya dapat menonjol.
3. Infrastruktur Transaksi Lebih Sederhana
Marketplace sudah menyediakan berbagai infrastruktur transaksi yang sebelumnya harus dibangun sendiri apabila bisnis menggunakan sistem independen.
Fitur yang umumnya tersedia meliputi:
- Sistem checkout.
- Pilihan metode pembayaran.
- Integrasi pengiriman.
- Pelacakan pesanan.
- Pengelolaan transaksi.
- Sistem voucher dan promosi.
- Rating dan ulasan.
- Dashboard penjualan.
Dengan fasilitas tersebut, UMKM dapat lebih fokus pada pengelolaan produk, stok, pelayanan, dan pemasaran.
Marketplace vs Website Toko Online
1. Marketplace Memiliki Ekosistem Pembeli
Marketplace memiliki pengguna yang memang datang dengan tujuan mencari dan membeli produk. Kondisi ini dapat membantu UMKM mendapatkan transaksi lebih cepat jika produknya memiliki permintaan yang cukup baik.
Keuntungan menggunakan ekosistem marketplace antara lain:
- Akses ke basis pengguna yang besar.
- Konsumen sudah terbiasa bertransaksi.
- Tersedia sistem pembayaran.
- Tersedia program promo.
- Proses pengiriman lebih terintegrasi.
- Kepercayaan terhadap platform sudah terbentuk.
Di sisi lain, penjual harus bersaing dengan banyak produk sejenis dan mengikuti aturan yang ditentukan oleh platform.
2. Website Memberikan Kontrol Lebih Besar
Website toko online memberikan kontrol yang lebih luas terhadap bagaimana bisnis menampilkan brand dan melayani pelanggan. Bisnis juga tidak terlalu bergantung pada tampilan, algoritma, atau aturan marketplace.
Website memungkinkan bisnis mengatur:
- Desain dan identitas brand.
- Struktur katalog produk.
- Pengalaman pengguna.
- Sistem promosi.
- Konten SEO.
- Landing page khusus.
- Integrasi CRM dan marketing.
- Data pelanggan sesuai kebijakan dan sistem yang digunakan.
Website juga dapat menjadi aset digital jangka panjang yang membantu bisnis membangun brand secara lebih mandiri.
3. Gunakan Strategi Omnichannel
UMKM tidak harus memilih hanya marketplace atau website. Pendekatan omnichannel memungkinkan bisnis menggunakan beberapa kanal penjualan yang saling mendukung.
Strateginya dapat mencakup:
- Marketplace untuk mendapatkan transaksi dari pengguna platform.
- Website sebagai pusat informasi dan identitas brand.
- Media sosial untuk membangun awareness dan engagement.
- WhatsApp untuk komunikasi dan follow-up.
- SEO untuk mendapatkan traffic dari mesin pencari.
- Iklan digital untuk meningkatkan jangkauan dan penjualan.
Dengan pendekatan ini, bisnis tidak bergantung pada satu kanal saja. Marketplace dapat membantu menghasilkan transaksi, sementara website dan kanal lainnya membantu membangun brand, hubungan pelanggan, serta aset digital dalam jangka panjang.
Persiapan Sebelum Membuka Toko Marketplace
Jangan langsung mengunggah seluruh produk tanpa perencanaan.
Siapkan fondasi terlebih dahulu.
1. Tentukan Produk yang Dijual
Mulailah dengan katalog yang jelas.
Catat:
- nama produk;
- SKU;
- kategori;
- harga;
- stok;
- berat;
- variasi.
SKU sangat membantu jika jumlah produk mulai banyak.
- Misalnya:
TSHIRT-BLK-M - lebih mudah dikelola daripada sekadar:
Kaos Hitam.
2. Hitung Harga dengan Benar
Harga marketplace jangan hanya dihitung dari modal barang.
Pertimbangkan berbagai komponen biaya yang memang berlaku pada platform dan program yang Anda ikuti.
Misalnya:
- harga pokok;
- packaging;
- biaya operasional;
- biaya platform;
- program promo;
- iklan;
- margin.
Karena tarif serta program marketplace dapat berubah, jangan menggunakan asumsi biaya lama.
Periksa kebijakan terbaru sebelum menentukan margin.
3. Siapkan Kapasitas Operasional
Jika sebelumnya bisnis menerima lima pesanan sehari kemudian marketplace menghasilkan 50 order, apakah tim siap?
Periksa:
- stok;
- packing;
- label;
- kurir;
- admin;
- customer service.
Penjualan yang meningkat tanpa kesiapan operasional dapat menghasilkan masalah baru.
Membuat Profil Toko yang Profesional
Toko merupakan representasi brand di dalam marketplace.
Jangan memperlakukan halaman toko sebagai bagian yang tidak penting.
1. Gunakan Nama Toko yang Konsisten
Gunakan nama brand yang sama dengan:
- website;
- Instagram;
- packaging.
Konsistensi membantu pelanggan mengenali bisnis.
2. Gunakan Logo yang Jelas
Logo sebaiknya:
- mudah dibaca;
- tidak terlalu kompleks;
- sesuai brand.
Hindari menggunakan foto random sebagai identitas toko.
3. Lengkapi Informasi Toko
Isi profil secara profesional.
Jelaskan:
- produk utama;
- keunggulan;
- jam layanan jika relevan;
- informasi penting lain.
Tujuannya membantu calon pelanggan memahami bisnis lebih cepat.
Optimasi Judul Produk Marketplace
Judul produk merupakan salah satu elemen penting dalam optimasi marketplace karena membantu calon pembeli memahami produk sekaligus memudahkan sistem pencarian mengenali relevansinya. Judul yang baik sebaiknya jelas, informatif, dan tetap mudah dibaca tanpa memasukkan terlalu banyak kata kunci.
Optimasi judul perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna, bukan hanya algoritma marketplace.
1. Gunakan Nama Produk yang Jelas
Letakkan nama produk utama sebagai bagian penting dalam judul. Hindari menggunakan istilah yang terlalu umum atau nama yang tidak menjelaskan produk secara langsung.
Judul yang jelas membantu:
- Calon pembeli langsung memahami produk.
- Produk lebih mudah ditemukan melalui pencarian.
- Mengurangi kemungkinan salah persepsi.
- Meningkatkan relevansi dengan kata kunci pencarian.
- Mempermudah pengguna membandingkan produk.
Sebagai contoh, judul “Tas Ransel Laptop Pria 15 Inch” lebih informatif dibandingkan hanya menggunakan “Tas Premium Terbaru”.
2. Masukkan Informasi Penting
Setelah nama produk, tambahkan informasi yang memang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi tersebut dapat berbeda tergantung kategori produk.
Beberapa informasi yang dapat dimasukkan antara lain:
- Merek produk.
- Model atau seri.
- Ukuran.
- Kapasitas.
- Warna jika relevan.
- Material.
- Varian produk.
- Fungsi atau kegunaan utama.
- Spesifikasi penting yang sering dicari.
Prioritaskan informasi yang benar-benar dicari calon pembeli. Hindari memasukkan seluruh spesifikasi ke dalam judul karena detail lainnya dapat dijelaskan pada deskripsi produk.
3. Hindari Klaim Berlebihan
Judul marketplace sebaiknya tidak dipenuhi kata-kata promosi yang berlebihan karena dapat membuat informasi utama produk menjadi sulit dibaca. Klaim yang tidak dapat dibuktikan juga berpotensi menurunkan kepercayaan pelanggan.
Sebaiknya hindari penggunaan kata seperti:
- Paling murah.
- Nomor satu.
- Terbaik di Indonesia.
- Dijamin paling berkualitas.
- 100% pasti berhasil.
- Produk paling laris tanpa data pendukung.
- Klaim original jika tidak dapat dibuktikan.
Gunakan judul untuk menjelaskan apa produknya dan apa karakteristik pentingnya, sementara penawaran, manfaat, serta keunggulan dapat diperkuat melalui deskripsi, gambar, harga, ulasan, dan informasi produk lainnya.
Foto Produk untuk Marketplace
Dalam penjualan online, pelanggan tidak dapat memegang barang.
Visual menjadi sangat penting.
1. Gunakan Foto Utama yang Jelas
Foto utama sebaiknya memperlihatkan produk secara langsung.
Hindari:
- background terlalu ramai;
- teks terlalu banyak;
- produk terlalu kecil.
Tujuan utama adalah membuat produk mudah dikenali.
2. Tampilkan Beberapa Sudut
Tambahkan:
- depan;
- belakang;
- samping;
- detail;
- penggunaan.
Untuk fashion, tampilkan ukuran atau contoh penggunaan jika membantu.
3. Gunakan Visual Informasi
Beberapa slide dapat digunakan untuk menjelaskan:
- ukuran;
- fitur;
- material;
- paket isi.
Namun, jangan membuat semua gambar menjadi poster penuh teks.
Pertahankan keseimbangan antara visual dan informasi.
Membuat Deskripsi Produk yang Menjual
Deskripsi produk bukan sekadar penjelasan mengenai barang yang dijual. Bagian ini berfungsi membantu calon pelanggan memahami manfaat, spesifikasi, dan alasan mengapa produk tersebut layak dipertimbangkan.
Deskripsi yang baik sebaiknya informatif, mudah dipahami, dan fokus pada kebutuhan pelanggan. Hindari hanya menyalin spesifikasi teknis tanpa menjelaskan manfaatnya.
1. Jelaskan Manfaat
Calon pelanggan biasanya ingin mengetahui bagaimana sebuah produk dapat membantu mereka. Karena itu, manfaat sebaiknya dijelaskan lebih dulu sebelum masuk ke detail teknis.
Beberapa hal yang dapat ditonjolkan antara lain:
- Masalah yang dapat diselesaikan oleh produk.
- Kemudahan yang diberikan.
- Efisiensi waktu atau biaya.
- Kenyamanan saat digunakan.
- Keunggulan dibandingkan pilihan lain.
- Hasil yang bisa diperoleh pelanggan.
Sebagai contoh, jangan hanya menulis bahwa sebuah tas menggunakan bahan tahan air. Jelaskan juga bahwa bahan tersebut membantu melindungi barang bawaan ketika terkena hujan ringan.
2. Sertakan Spesifikasi
Setelah manfaat dijelaskan, sertakan informasi teknis yang membantu pelanggan memahami produk secara lebih detail. Spesifikasi juga penting untuk mengurangi keraguan sebelum pembelian.
Informasi yang dapat dicantumkan meliputi:
- Ukuran dan dimensi.
- Berat produk.
- Material atau bahan.
- Warna yang tersedia.
- Kapasitas.
- Fitur utama.
- Kompatibilitas.
- Isi paket.
- Garansi jika tersedia.
Susun spesifikasi dalam bentuk poin agar lebih mudah dibaca, terutama jika produk memiliki cukup banyak detail teknis.
3. Jawab Pertanyaan Umum
Deskripsi produk yang baik sebaiknya mampu menjawab sebagian pertanyaan yang biasanya diajukan calon pelanggan. Dengan begitu, pengguna tidak harus selalu menghubungi admin untuk mendapatkan informasi dasar.
Pertanyaan yang dapat dijawab antara lain:
- Produk ini cocok untuk siapa?
- Bagaimana cara menggunakannya?
- Apa saja yang termasuk dalam paket?
- Apakah tersedia pilihan ukuran atau warna?
- Apakah produk memiliki garansi?
- Bagaimana cara perawatannya?
- Apakah produk kompatibel dengan perangkat atau kebutuhan tertentu?
Semakin lengkap informasi yang relevan, semakin mudah calon pelanggan mengambil keputusan. Namun, deskripsi tetap perlu dibuat ringkas dan terstruktur agar tidak terasa terlalu panjang atau membingungkan.
Pengelolaan Stok Marketplace
Salah satu masalah serius pada multi-channel adalah stok.
Produk dapat terjual di beberapa tempat secara bersamaan.
1. Gunakan SKU Konsisten
Gunakan SKU sama pada:
- marketplace;
- website;
- gudang;
- sistem inventory.
Hal ini mempermudah reconciliation.
2. Perbarui Stok Secara Disiplin
Jangan membiarkan produk tampil tersedia jika sebenarnya habis.
Kesalahan stok dapat menyebabkan:
- pembatalan;
- customer kecewa;
- operasional terganggu.
Jika order belum terlalu banyak, pencatatan manual masih dapat digunakan.
Namun, ketika volume meningkat, pertimbangkan inventory system.
3. Pertimbangkan Integrasi
Bisnis dengan beberapa kanal dapat membutuhkan sinkronisasi.
Contohnya:
- Marketplace A.
- Marketplace B.
- Website.
- Toko fisik.
- Semua mengambil barang dari gudang yang sama.
Pada skala tertentu, ERP atau inventory management dapat membantu mengurangi pekerjaan manual.
Pengelolaan Pesanan Marketplace
Pengelolaan pesanan marketplace perlu dilakukan dengan alur yang jelas agar proses dari order masuk hingga barang dikirim dapat berjalan lebih cepat dan minim kesalahan. Semakin besar volume transaksi, semakin penting bagi bisnis memiliki prosedur yang konsisten untuk menangani setiap pesanan.
Sistem yang rapi juga membantu tim mengurangi risiko salah produk, keterlambatan pengiriman, atau pesanan yang terlewat.
1. Buat Alur Pemrosesan Order
Setiap pesanan sebaiknya mengikuti tahapan yang sudah ditentukan. Alur yang jelas memudahkan tim mengetahui apa yang harus dilakukan sejak pesanan diterima hingga diserahkan kepada pihak logistik.
Alur pemrosesan dapat mencakup:
- Memeriksa pesanan yang baru masuk.
- Memastikan pembayaran dan status order.
- Memeriksa ketersediaan stok.
- Menyiapkan produk sesuai variasi yang dipesan.
- Melakukan proses packing.
- Mencetak label atau resi pengiriman.
- Menyerahkan paket kepada kurir.
- Memperbarui status pesanan jika diperlukan.
Untuk bisnis dengan beberapa marketplace, seluruh pesanan juga perlu dipantau secara teratur agar tidak ada order yang terlambat diproses.
2. Gunakan Checklist Packing
Kesalahan packing dapat menyebabkan komplain, retur, hingga penilaian buruk dari pelanggan. Checklist sederhana dapat membantu memastikan produk yang dikirim sesuai dengan pesanan.
Beberapa hal yang dapat diperiksa sebelum paket dikirim:
- Nama produk sudah sesuai.
- Variasi warna atau ukuran sudah benar.
- Jumlah barang sesuai pesanan.
- Kondisi produk sudah diperiksa.
- Kelengkapan produk sudah tersedia.
- Perlindungan paket sesuai jenis barang.
- Label penerima sudah benar.
- Resi pengiriman sudah sesuai dengan pesanan.
Untuk produk tertentu, bisnis juga dapat menambahkan dokumentasi foto atau video sebelum paket ditutup sebagai bagian dari kontrol kualitas.
3. Pantau Kapasitas Tim
Jumlah pesanan dapat berubah drastis ketika terjadi promo, campaign marketplace, tanggal kembar, payday, atau periode tertentu. Bisnis perlu mengetahui kemampuan tim dalam memproses pesanan agar jumlah order tidak melebihi kapasitas operasional.
Beberapa indikator yang perlu dipantau antara lain:
- Jumlah pesanan yang masuk setiap hari.
- Jumlah order yang mampu diproses per jam atau per hari.
- Waktu rata-rata proses packing.
- Jumlah pesanan yang belum diproses.
- Tingkat kesalahan packing.
- Keterlambatan penyerahan kepada kurir.
- Ketersediaan staf saat periode ramai.
Jika volume pesanan meningkat, bisnis dapat menambah pembagian shift, mempersiapkan stok dan material packing lebih awal, atau menggunakan sistem yang membantu mengotomatisasi sebagian proses operasional.
Pengelolaan pesanan marketplace yang terstruktur membantu bisnis mempertahankan kecepatan layanan, mengurangi kesalahan, dan menjaga pengalaman pelanggan tetap baik meskipun jumlah transaksi terus bertambah.
Customer Service di Marketplace
Customer service memiliki peran penting dalam pengalaman pelanggan di marketplace. Respons yang cepat, jelas, dan profesional dapat membantu meningkatkan kepercayaan sekaligus mengurangi risiko kesalahpahaman sebelum maupun setelah transaksi.
1. Jawab dengan Jelas
Jawaban kepada pelanggan sebaiknya langsung menjawab inti pertanyaan tanpa membuat informasi menjadi terlalu rumit. Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari istilah teknis jika tidak diperlukan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Jawab sesuai pertanyaan pelanggan.
- Berikan informasi produk secara akurat.
- Jelaskan stok, ukuran, variasi, atau estimasi pengiriman jika relevan.
- Hindari jawaban yang terlalu panjang.
- Jangan memberikan informasi yang belum dapat dipastikan.
- Gunakan bahasa yang ramah dan profesional.
Respons yang jelas membantu pelanggan mengambil keputusan lebih cepat dan mengurangi pertanyaan berulang.
2. Buat Template Jawaban
Pertanyaan pelanggan di marketplace sering kali memiliki pola yang sama. Template jawaban dapat membantu tim memberikan respons lebih cepat tanpa harus mengetik ulang dari awal.
Template dapat disiapkan untuk:
- Pertanyaan mengenai stok.
- Informasi ukuran atau variasi.
- Estimasi pengiriman.
- Cara pemesanan.
- Status pesanan.
- Penukaran atau retur.
- Keluhan produk.
- Informasi promo.
3. Tangani Komplain Profesional
Komplain sebaiknya ditangani dengan fokus pada penyelesaian masalah, bukan sekadar membela bisnis. Dengarkan keluhan pelanggan, periksa data transaksi, kemudian berikan solusi sesuai kebijakan toko.
Saat menangani komplain:
- Pahami masalah sebelum memberikan jawaban.
- Gunakan bahasa yang tenang dan sopan.
- Periksa bukti transaksi jika diperlukan.
- Jelaskan solusi secara jelas.
- Hindari perdebatan dengan pelanggan.
- Dokumentasikan masalah yang sering terjadi.
Komplain juga dapat menjadi sumber informasi untuk memperbaiki kualitas produk maupun pelayanan.
Review dan Rating Marketplace
Review dan rating dapat memengaruhi kepercayaan calon pelanggan terhadap sebuah toko. Banyak pengguna marketplace membaca pengalaman pembeli sebelumnya sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.
Karena itu, rating sebaiknya dibangun melalui kualitas produk dan pengalaman pelanggan yang konsisten.
1. Jaga Kualitas Produk
Produk yang diterima pelanggan harus sesuai dengan informasi yang ditampilkan pada halaman marketplace. Ketidaksesuaian antara foto, deskripsi, dan kondisi produk dapat memicu komplain serta rating rendah.
Pastikan beberapa aspek berikut terjaga:
- Produk sesuai deskripsi.
- Variasi dikirim dengan benar.
- Produk diperiksa sebelum dikirim.
- Foto tidak menyesatkan.
- Informasi ukuran atau spesifikasi akurat.
- Barang dalam kondisi layak saat dikemas.
Kualitas yang konsisten akan meningkatkan kemungkinan pelanggan memberikan pengalaman positif.
2. Perhatikan Packaging
Packaging bukan hanya berfungsi sebagai kemasan, tetapi juga melindungi produk selama proses pengiriman. Produk yang baik tetap dapat memperoleh ulasan buruk jika sampai dalam kondisi rusak akibat kemasan yang kurang aman.
Packaging perlu mempertimbangkan:
- Perlindungan sesuai jenis produk.
- Kerapian kemasan.
- Ketahanan terhadap benturan.
- Perlindungan dari air jika diperlukan.
- Penggunaan ukuran kemasan yang sesuai.
- Informasi tambahan untuk barang mudah pecah.
Kemasan yang baik membantu menjaga kondisi produk sekaligus memberikan kesan lebih profesional.
3. Gunakan Feedback sebagai Data
Review pelanggan sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai penilaian, tetapi juga sebagai sumber data untuk evaluasi bisnis. Pola komentar yang berulang dapat menunjukkan bagian yang perlu diperbaiki.
Feedback dapat digunakan untuk mengevaluasi:
- Kualitas produk.
- Kecepatan pengiriman.
- Ketepatan deskripsi.
- Packaging.
- Pelayanan customer service.
- Variasi produk.
- Proses retur atau komplain.
Dengan membaca feedback secara rutin, bisnis dapat mengambil keputusan berdasarkan pengalaman pelanggan yang nyata.
Strategi Harga Marketplace
Menentukan harga di marketplace tidak cukup hanya dengan melihat harga kompetitor. Bisnis perlu memahami biaya, margin, promo, dan nilai yang diberikan kepada pelanggan agar penjualan tetap sehat.
Harga yang terlalu tinggi dapat mengurangi daya saing, sedangkan harga terlalu rendah dapat meningkatkan penjualan tetapi menekan keuntungan.
1. Pahami Margin
Sebelum menentukan harga jual, hitung seluruh biaya yang berkaitan dengan produk dan transaksi marketplace.
Perhitungan dapat mencakup:
- Harga pokok produk.
- Biaya packaging.
- Biaya operasional.
- Biaya layanan marketplace.
- Komisi atau biaya transaksi.
- Biaya iklan.
- Diskon atau voucher.
- Margin keuntungan yang diinginkan.
Dengan memahami margin, bisnis dapat menentukan batas harga dan promo tanpa mengorbankan profitabilitas.
2. Bedakan Harga dan Value
Pelanggan tidak selalu memilih produk dengan harga paling murah. Mereka juga mempertimbangkan value atau manfaat keseluruhan yang diterima.
Value dapat dibangun melalui:
- Kualitas produk yang lebih baik.
- Packaging yang aman.
- Respons customer service yang cepat.
- Informasi produk yang lengkap.
- Garansi atau dukungan setelah pembelian.
- Pengiriman yang konsisten.
- Bonus atau layanan tambahan.
Jika value yang diberikan jelas, bisnis tidak harus selalu bersaing hanya melalui harga termurah.
3. Evaluasi Promo dengan Data
Promo dapat meningkatkan transaksi, tetapi tetap perlu dievaluasi berdasarkan hasilnya. Jangan hanya melihat peningkatan jumlah pesanan tanpa memperhatikan margin dan biaya yang dikeluarkan.
Beberapa data yang perlu dianalisis:
- Penjualan sebelum dan selama promo.
- Margin setelah diskon.
- Biaya iklan.
- Jumlah produk terjual.
- Nilai rata-rata transaksi.
- Tingkat konversi.
- Pelanggan baru yang diperoleh.
- Potensi pembelian ulang.
Dengan evaluasi berbasis data, bisnis dapat menentukan promo mana yang benar-benar menghasilkan pertumbuhan dan mana yang hanya meningkatkan volume penjualan tanpa keuntungan yang sehat.
Promosi di Marketplace
Marketplace biasanya menyediakan berbagai fitur marketing yang dapat berubah dari waktu ke waktu.
Karena itu, seller perlu mempelajari panduan terbaru.
Tokopedia & TikTok Shop Academy saat ini menyediakan kursus penjualan, panduan fitur, serta pusat kebijakan untuk membantu seller memahami operasional dan tools yang tersedia pada platform.
1. Gunakan Promo Secara Terukur
Jangan mengikuti setiap campaign.
Periksa:
- margin;
- stok;
- kapasitas;
- tujuan.
Campaign bagus untuk satu produk belum tentu cocok untuk produk lain.
2. Gunakan Iklan Jika Ekonominya Masuk
Jika marketplace menyediakan advertising, hitung dampaknya.
Jangan hanya melihat:
Clicks.
Lihat:
- biaya;
- order;
- revenue;
- margin.
Iklan harus dinilai berdasarkan hasil bisnis.
3. Kombinasikan dengan Konten
Marketplace dapat didukung oleh:
- TikTok;
- Instagram;
- affiliate;
- video;
- live commerce.
Namun, strategi harus mengikuti karakter produk dan target pelanggan.
Marketplace dan Affiliate Marketing
Pada platform tertentu, creator dan affiliate dapat membantu memperluas distribusi produk.
Tetapi model ini juga perlu dihitung.
1. Pilih Produk yang Cocok
Produk yang mudah didemonstrasikan biasanya lebih mudah dibuat menjadi content commerce.
Contohnya:
- fashion;
- beauty;
- home living;
- gadget accessories.
Namun, hampir semua kategori dapat memiliki pendekatan berbeda.
2. Hitung Komisi
Perhitungkan:
- margin;
- komisi affiliate;
- biaya platform;
- promo.
Jangan memberikan komisi tinggi tanpa memahami unit economics.
3. Ukur Creator yang Menghasilkan Penjualan
Jangan hanya melihat followers.
Perhatikan:
- views;
- click;
- order;
- revenue;
- conversion.
Data membantu menentukan kerja sama berikutnya.
Mengukur Performa Marketplace
Mengelola toko di marketplace tidak cukup hanya melihat jumlah produk yang terjual. Bisnis perlu memahami performa penjualan secara menyeluruh agar dapat mengetahui apakah strategi yang dijalankan benar-benar menghasilkan pertumbuhan yang sehat.
Data marketplace dapat digunakan untuk mengevaluasi penjualan, efektivitas promosi, perilaku pelanggan, hingga keuntungan yang diperoleh.
1. Pantau Revenue dan Order
Revenue menunjukkan nilai penjualan yang dihasilkan dalam periode tertentu, sedangkan jumlah order menunjukkan berapa banyak transaksi yang terjadi. Kedua metrik ini perlu dilihat secara bersamaan agar bisnis memahami perkembangan penjualan dengan lebih jelas.
Beberapa data yang perlu diperhatikan:
- Total revenue harian, mingguan, dan bulanan.
- Jumlah pesanan yang masuk.
- Jumlah produk yang terjual.
- Produk dengan kontribusi penjualan terbesar.
- Perbandingan penjualan dengan periode sebelumnya.
- Performa saat campaign atau promo berlangsung.
Revenue yang meningkat belum tentu menunjukkan kondisi terbaik apabila kenaikannya berasal dari diskon terlalu besar atau biaya iklan yang tinggi.
2. Pantau Conversion
Conversion menunjukkan kemampuan toko mengubah pengunjung menjadi pembeli. Traffic yang tinggi akan kurang maksimal apabila hanya sedikit pengunjung yang akhirnya melakukan transaksi.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi conversion antara lain:
- Kualitas foto dan video produk.
- Harga produk.
- Judul dan deskripsi produk.
- Rating dan ulasan pelanggan.
- Voucher dan promosi.
- Kecepatan respons penjual.
- Kepercayaan terhadap toko.
- Biaya dan estimasi pengiriman.
Dengan memantau conversion, bisnis dapat mengetahui apakah masalah utama berada pada jumlah traffic atau kemampuan halaman produk menghasilkan penjualan.
3. Pantau Profit
Revenue bukan berarti profit. Bisnis tetap perlu menghitung seluruh biaya yang berkaitan dengan penjualan marketplace untuk mengetahui keuntungan sebenarnya.
Perhitungan profit perlu mempertimbangkan:
- Harga pokok produk.
- Biaya administrasi marketplace.
- Biaya program atau layanan marketplace.
- Biaya iklan.
- Diskon yang ditanggung penjual.
- Biaya affiliate atau komisi.
- Biaya packing dan operasional.
- Biaya retur atau pembatalan tertentu.
Dengan mengetahui profit secara akurat, bisnis dapat menentukan produk dan strategi pemasaran yang benar-benar memberikan keuntungan.
Metrik Marketplace yang Perlu Dipahami
Selain revenue dan jumlah transaksi, terdapat beberapa metrik lain yang dapat membantu bisnis mengevaluasi performa toko dengan lebih baik. Metrik tersebut memberikan gambaran mengenai nilai transaksi, biaya pemasaran, serta kualitas operasional toko.
1. Average Order Value
Average Order Value (AOV) menunjukkan rata-rata nilai dari setiap transaksi yang dilakukan pelanggan. Metrik ini membantu bisnis memahami berapa besar pembelian rata-rata dalam satu pesanan.
AOV dapat ditingkatkan melalui beberapa strategi, seperti:
- Membuat paket bundling produk.
- Memberikan minimum pembelian untuk mendapatkan voucher.
- Menawarkan produk pelengkap.
- Membuat promo beli lebih banyak lebih hemat.
- Melakukan cross-selling.
- Memberikan keuntungan tertentu berdasarkan nilai transaksi.
Meningkatkan AOV dapat membantu bisnis memperoleh revenue lebih besar tanpa selalu harus meningkatkan jumlah pelanggan secara signifikan.
2. Advertising Cost
Iklan marketplace dapat meningkatkan traffic dan penjualan, tetapi biaya iklan tetap harus dibandingkan dengan hasil yang diperoleh. Jangan hanya melihat jumlah order dari iklan tanpa menghitung efisiensinya.
Beberapa data yang dapat dipantau:
- Total biaya iklan.
- Revenue dari iklan.
- Jumlah order dari iklan.
- Cost per order.
- ROAS.
- Performa setiap produk yang diiklankan.
- Profit setelah memperhitungkan biaya iklan.
Produk dengan revenue tinggi belum tentu layak terus diiklankan apabila biaya promosinya terlalu besar dibandingkan margin keuntungan.
3. Cancellation dan Return
Pesanan yang dibatalkan atau dikembalikan juga memengaruhi performa toko. Tingkat cancellation dan return yang tinggi dapat menunjukkan adanya masalah pada produk, stok, pengiriman, atau informasi yang diberikan kepada pelanggan.
Beberapa penyebab yang perlu dievaluasi antara lain:
- Stok tidak tersedia.
- Produk tidak sesuai deskripsi.
- Kesalahan variasi atau ukuran.
- Produk rusak saat diterima.
- Kesalahan pengiriman.
- Waktu proses pesanan terlalu lama.
- Ekspektasi pelanggan tidak sesuai dengan produk.
Data cancellation dan return dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas produk sekaligus proses operasional toko.
Multi-Marketplace untuk UMKM
Menjual produk di lebih dari satu marketplace dapat membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, semakin banyak kanal penjualan yang digunakan, semakin kompleks pula pengelolaan produk, stok, pesanan, harga, dan laporan.
Karena itu, ekspansi ke beberapa marketplace sebaiknya dilakukan setelah proses internal bisnis cukup siap.
1. Pastikan Operasional Sudah Stabil
Sebelum menambahkan marketplace baru, pastikan toko yang sudah berjalan dapat dikelola dengan baik. Membuka banyak kanal sekaligus tanpa kesiapan operasional dapat menimbulkan masalah baru.
Beberapa hal yang perlu dipastikan:
- Stok dapat dipantau dengan baik.
- Pesanan diproses tepat waktu.
- Tim memiliki pembagian tugas yang jelas.
- Customer service mampu menangani pertanyaan pelanggan.
- Proses packing dan pengiriman sudah terstruktur.
- Data penjualan dapat direkap secara rutin.
Setelah proses tersebut stabil, bisnis akan lebih siap memperluas penjualan ke marketplace lainnya.
2. Gunakan Master Data Produk
Produk yang dijual di beberapa marketplace sebaiknya memiliki satu master data sebagai referensi utama. Hal ini membantu menjaga konsistensi informasi dan mengurangi kesalahan ketika melakukan pembaruan.
Master data dapat mencakup:
- SKU produk.
- Nama produk.
- Kategori.
- Harga dasar.
- Harga jual.
- Stok.
- Berat dan dimensi.
- Variasi produk.
- Deskripsi.
- Foto produk.
Dengan master data yang rapi, pengelolaan katalog di berbagai marketplace menjadi lebih mudah dan terkontrol.
3. Pertimbangkan Sistem Terintegrasi
Ketika jumlah produk, marketplace, dan transaksi semakin besar, pengelolaan manual dapat memakan banyak waktu. Pada tahap tersebut, bisnis dapat mempertimbangkan penggunaan sistem terintegrasi.
Sistem tersebut dapat membantu:
- Menyatukan data penjualan beberapa marketplace.
- Memantau stok dari satu dashboard.
- Membandingkan performa setiap toko.
- Mengurangi pencatatan manual.
- Membantu pengelolaan pesanan.
- Menyediakan laporan penjualan yang lebih terstruktur.
- Mempermudah analisis produk dan marketplace.
Integrasi tidak harus diterapkan sejak awal. UMKM dapat memulainya ketika proses manual mulai sulit dikendalikan dan volume transaksi semakin meningkat.
Menghubungkan Marketplace dengan Website
Marketplace dan website sebaiknya tidak dipandang sebagai dua kanal yang saling menggantikan. Keduanya dapat digunakan bersama untuk memperluas jangkauan penjualan sekaligus membangun aset digital bisnis dalam jangka panjang.
Marketplace membantu bisnis mendapatkan akses ke pengguna yang sudah siap berbelanja, sedangkan website memberikan kontrol yang lebih besar terhadap brand, konten, dan pengalaman pelanggan.
1. Website untuk Branding
Website dapat menjadi pusat identitas digital bisnis. Di dalamnya, UMKM dapat menjelaskan profil usaha, keunggulan produk, cerita brand, hingga informasi yang tidak selalu dapat ditampilkan secara lengkap di marketplace.
Website dapat digunakan untuk:
- Menampilkan profil dan identitas brand.
- Menjelaskan keunggulan produk secara lebih lengkap.
- Menampilkan katalog produk.
- Menyediakan halaman testimoni dan portofolio.
- Menampilkan informasi kontak resmi.
- Mengarahkan pelanggan ke toko marketplace.
- Membangun kepercayaan terhadap bisnis.
Dengan website yang profesional, calon pelanggan dapat mengenal bisnis lebih dalam sebelum memutuskan membeli.
2. Website untuk SEO
Produk di marketplace umumnya bersaing di dalam ekosistem platform tersebut. Website memberikan peluang tambahan agar bisnis dapat ditemukan melalui mesin pencari seperti Google.
Website dapat dikembangkan melalui:
- Artikel edukasi.
- Halaman produk.
- Landing page kategori.
- Halaman layanan.
- Konten berdasarkan pertanyaan pelanggan.
- Optimasi keyword yang relevan.
- SEO lokal untuk bisnis yang memiliki lokasi fisik.
Strategi ini membantu bisnis mendapatkan sumber traffic lain di luar marketplace.
3. Bangun Aset yang Dikendalikan Bisnis
Marketplace tetap merupakan platform pihak ketiga. Aturan, biaya, algoritma, fitur, dan kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, bisnis sebaiknya juga membangun kanal yang dapat dikendalikan sendiri.
Aset digital tersebut dapat berupa:
- Website.
- Domain sendiri.
- Database pelanggan yang diperoleh secara legal.
- Konten SEO.
- Email bisnis.
- Sistem CRM.
- Akun media sosial.
- Data analitik bisnis.
Dengan memiliki aset sendiri, bisnis tidak sepenuhnya bergantung pada satu platform untuk mendapatkan pelanggan.
Marketplace dan Branding UMKM
Berjualan di marketplace bukan berarti branding menjadi tidak penting. Justru karena banyak produk tampil berdampingan dengan kompetitor, UMKM membutuhkan identitas yang jelas agar lebih mudah dikenali.
Branding yang konsisten dapat membantu toko terlihat lebih profesional dan membangun kepercayaan pelanggan.
1. Gunakan Visual Konsisten
Tampilan visual yang konsisten membantu pelanggan mengenali sebuah brand meskipun melihat produk di berbagai kanal.
Konsistensi dapat diterapkan pada:
- Logo.
- Warna utama brand.
- Foto produk.
- Desain thumbnail.
- Banner toko.
- Kemasan.
- Gaya desain promosi.
- Konten media sosial.
Visual tidak harus rumit, tetapi sebaiknya mempunyai karakter yang sama di website, marketplace, dan media sosial.
2. Bangun Positioning
UMKM perlu memiliki alasan yang jelas mengapa pelanggan sebaiknya memilih produknya dibandingkan toko lain. Positioning membantu bisnis menghindari persaingan yang hanya berfokus pada harga.
Positioning dapat dibangun melalui:
- Kualitas produk.
- Spesialisasi kategori tertentu.
- Harga yang kompetitif.
- Pelayanan yang cepat.
- Garansi.
- Kemasan premium.
- Produk custom.
- Keahlian atau pengalaman tertentu.
Pembeda tersebut kemudian perlu dikomunikasikan secara konsisten dalam judul produk, deskripsi, visual, website, dan materi promosi.
3. Jaga Pengalaman Pelanggan
Branding tidak berhenti pada desain toko. Pengalaman pelanggan setelah melakukan interaksi dan transaksi juga membentuk persepsi terhadap brand.
Beberapa hal yang perlu dijaga antara lain:
- Kecepatan membalas chat.
- Kejelasan informasi produk.
- Akurasi stok.
- Kecepatan proses pesanan.
- Kualitas kemasan.
- Penanganan komplain.
- Layanan setelah pembelian.
- Konsistensi kualitas produk.
Pengalaman yang baik dapat membantu meningkatkan kepercayaan, ulasan positif, dan kemungkinan pelanggan melakukan pembelian ulang.
Kesalahan UMKM Saat Berjualan di Marketplace
Marketplace memang memberikan akses ke jumlah pengguna yang besar, tetapi keberadaan toko di dalam platform tidak otomatis menghasilkan penjualan. UMKM tetap membutuhkan strategi, pengelolaan, dan evaluasi yang tepat.
Beberapa kesalahan sederhana dapat membuat biaya meningkat tanpa menghasilkan keuntungan yang optimal.
1. Menganggap Marketplace Pasti Memberikan Traffic
Membuka toko di marketplace tidak menjamin produk langsung mendapatkan banyak pengunjung. Di dalam satu kategori, sebuah produk dapat bersaing dengan ratusan bahkan ribuan produk lainnya.
Traffic biasanya dipengaruhi oleh:
- Optimasi judul produk.
- Kualitas foto.
- Harga.
- Rating dan ulasan.
- Performa toko.
- Kecepatan respons.
- Promosi.
- Iklan marketplace.
- Tingkat konversi produk.
Karena itu, bisnis tetap perlu mengoptimalkan toko dan mencari sumber traffic tambahan dari kanal lain.
2. Ikut Promo Tanpa Menghitung Margin
Promo dapat meningkatkan jumlah transaksi, tetapi diskon yang tidak dihitung dengan baik dapat mengurangi keuntungan bahkan menyebabkan kerugian.
Sebelum mengikuti program promo, bisnis perlu menghitung:
- Harga pokok produk.
- Margin kotor.
- Biaya admin marketplace.
- Biaya layanan.
- Subsidi diskon.
- Biaya iklan.
- Biaya kemasan.
- Biaya operasional.
- Keuntungan bersih per transaksi.
Volume penjualan yang tinggi belum tentu menghasilkan keuntungan jika margin setiap transaksi terlalu kecil.
3. Tidak Mencatat Data
Data penjualan dapat membantu UMKM memahami produk, pelanggan, dan strategi yang menghasilkan performa terbaik. Tanpa pencatatan, keputusan bisnis sering hanya berdasarkan perkiraan.
Beberapa data yang sebaiknya dipantau meliputi:
- Omzet.
- Jumlah pesanan.
- Produk terlaris.
- Margin keuntungan.
- Biaya iklan.
- Conversion rate.
- Nilai rata-rata transaksi.
- Produk dengan retur tinggi.
- Performa promo.
- Pertumbuhan penjualan setiap periode.
Dengan pencatatan yang konsisten, UMKM dapat menentukan produk mana yang perlu dipromosikan, biaya mana yang harus dikendalikan, dan strategi apa yang sebaiknya dikembangkan.
Roadmap Marketplace untuk UMKM Pemula
Untuk memulai, gunakan pendekatan bertahap.
1. Tahap Pertama: Persiapan
Siapkan:
- produk;
- SKU;
- harga;
- stok;
- foto;
- deskripsi;
- packaging.
Pilih satu marketplace utama terlebih dahulu jika resource terbatas.
2. Tahap Kedua: Validasi
Mulai mendapatkan order.
Pantau:
- pertanyaan;
- review;
- conversion;
- retur.
Perbaiki listing berdasarkan feedback.
3. Tahap Ketiga: Scale
Setelah operasional stabil, pertimbangkan:
- advertising;
- affiliate;
- live commerce;
- multi-marketplace;
- website;
- inventory system.
Scale setelah fondasi siap.
Checklist Dasar Marketplace Untuk UMKM
Sebelum meningkatkan budget promosi, periksa checklist berikut:
- nama toko konsisten;
- logo tersedia;
- profil toko lengkap;
- SKU produk jelas;
- stok tercatat;
- harga sudah memperhitungkan biaya;
- foto berkualitas;
- judul produk informatif;
- deskripsi lengkap;
- berat produk benar;
- SOP packing tersedia;
- customer service responsif;
- review dipantau;
- return dianalisis;
- promo dihitung;
- advertising diukur;
- revenue dicatat;
- margin dihitung;
- data produk tersedia;
- website mulai dipertimbangkan;
- integrasi inventory dipersiapkan ketika skala meningkat.
Checklist sederhana ini membantu UMKM membangun fondasi sebelum mengejar volume penjualan yang lebih besar.
Marketplace sebagai Bagian dari Strategi Omnichannel
Marketplace sebaiknya tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi omnichannel yang menghubungkan berbagai kanal pemasaran dan penjualan. Setiap kanal memiliki fungsi berbeda, mulai dari membangun awareness, menghasilkan transaksi, hingga menjaga hubungan pelanggan dalam jangka panjang.
Dengan pembagian peran yang jelas, bisnis dapat menggunakan marketplace, media sosial, website, dan sistem internal secara lebih efektif.
1. Marketplace untuk Transaksi
Marketplace dapat dimanfaatkan untuk:
- Menjangkau calon pembeli yang sudah memiliki niat transaksi.
- Memanfaatkan fitur promo dan campaign platform.</li>
- Mempermudah proses checkout dan pembayaran.
- Mengelola pesanan melalui sistem yang sudah tersedia.
- Membangun reputasi melalui rating dan ulasan pelanggan.
- Menguji produk yang memiliki potensi pasar tinggi.
Namun, bisnis tetap perlu memperhatikan persaingan harga, biaya platform, serta ketergantungan terhadap aturan marketplace.
2. Social Media untuk Awareness
Media sosial lebih efektif digunakan untuk memperkenalkan brand, membangun komunikasi, dan menarik perhatian calon pelanggan sebelum mereka melakukan pembelian.
Perannya dapat mencakup:
- Memperkenalkan produk dan layanan.
- Membagikan konten edukasi.
- Menampilkan testimoni dan portofolio.
- Membangun interaksi dengan audiens.
- Menjalankan campaign dan promosi.
- Mengarahkan pengguna ke marketplace atau website.
- Memperkuat karakter dan identitas brand.
Konten media sosial sebaiknya tidak hanya berisi promosi. Kombinasi antara edukasi, informasi, engagement, dan penawaran dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens.
3. Website dan Sistem untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Website dan sistem bisnis berfungsi sebagai aset digital yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan. Berbeda dengan marketplace dan media sosial yang bergantung pada platform pihak ketiga, website memberikan kontrol yang lebih besar terhadap data, pengalaman pengguna, dan proses bisnis.
Website dan sistem dapat digunakan untuk:
- Menampilkan informasi bisnis secara lebih lengkap.
- Membangun kredibilitas dan identitas brand.
- Mengumpulkan lead secara langsung.
- Mendukung SEO dan pencarian organik.
- Mengintegrasikan CRM, pembayaran, dan sistem internal.
- Mengelola database pelanggan.
- Membuat program membership, affiliate, atau loyalty.
- Menganalisis perilaku pengguna dan performa pemasaran.
Strategi omnichannel yang baik bukan berarti semua kanal harus digunakan secara bersamaan. Bisnis perlu menentukan fungsi setiap kanal dan menghubungkannya agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang konsisten dari tahap mengenal brand hingga melakukan transaksi dan pembelian ulang.
Kembangkan Bisnis Online Bersama Aplikasi Dagang
Jika bisnis Anda ingin mengembangkan penjualan online melalui website, marketplace, digital marketing, serta sistem operasional yang lebih terintegrasi, Aplikasi Dagang dapat membantu membangun infrastruktur digital sesuai kebutuhan bisnis. Aplikasi Dagang menyediakan pengembangan website toko online, sistem inventory, CRM, ERP, dashboard, software bisnis custom, serta dukungan digital marketing untuk membantu perusahaan dan UMKM mengelola aktivitas digital secara lebih terstruktur. Website toko online juga dapat dikembangkan dengan katalog produk, akun pelanggan, kupon, laporan penjualan, tracking, serta kebutuhan integrasi lain sesuai workflow bisnis.
Untuk mendiskusikan kebutuhan website e-commerce, integrasi marketplace, inventory, atau digital marketing bisnis Anda, kunjungi:
Atau lihat layanan lengkap kami di:
Kesimpulan
Dasar Marketplace untuk UMKM tidak hanya membahas cara membuat toko dan memasukkan produk. Marketplace perlu dikelola sebagai kanal penjualan yang mencakup produk, harga, visual, deskripsi, stok, pelayanan, review, promosi, dan analisis data.
Bagi UMKM pemula, sebaiknya mulai dari satu marketplace terlebih dahulu. Fokus pada alur sederhana:
Produk → Listing → Stok → Harga → Operasional → Customer Service → Data
Setelah transaksi mulai berjalan, lakukan evaluasi terhadap:
- Revenue.
- Jumlah order.
- Conversion.
- Biaya.
- Margin.
- Return.
Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya. Ketika bisnis mulai berkembang, UMKM dapat memperbaiki sistem inventory, menggunakan SKU yang konsisten, membangun website, serta menghubungkan data pelanggan dan operasional.
Pada tahap berikutnya, marketplace sebaiknya menjadi bagian dari ekosistem digital yang lebih luas:
Website + Marketplace + Social Media + CRM + Inventory + Analytics
Dengan pendekatan tersebut, UMKM tidak hanya mengejar penjualan, tetapi juga membangun brand, aset digital, database, dan sistem bisnis yang lebih siap berkembang dalam jangka panjang.










